Panen Raya Padi di Desa Dawung: Bukti Nyata Ketangguhan Petani Lokal Menghadapi Tantangan Zaman
Kabar gembira datang dari Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Di awal tahun ini, para petani lokal berhasil menggelar panen raya padi yang memberikan hasil melimpah dan memuaskan. Kegiatan panen yang dilakukan secara serentak ini menjadi simbol keberhasilan petani Dawung dalam mengelola lahan pertanian dengan baik, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti perubahan cuaca dan naiknya harga pupuk.
Dengan luas lahan yang mencapai lebih dari 100 hektar, hasil panen padi tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ini tentu menjadi kabar baik, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi seluruh warga desa yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Jenis padi yang ditanam sebagian besar adalah varietas IR64 dan Ciherang, yang dikenal dengan produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama.
Menurut Bapak Parjiman, salah satu petani senior di Dawung, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama antar petani dan dukungan penuh dari pemerintah desa.
“Kami saling bantu. Mulai dari mengolah lahan, menanam, hingga panen. Gotong royong masih menjadi semangat utama kami,” tuturnya sambil tersenyum bangga.
Pemerintah Desa Dawung juga turut ambil bagian dalam mendukung petani dengan berbagai program, seperti penyuluhan pertanian modern, pendistribusian pupuk bersubsidi secara adil, dan koordinasi dengan dinas pertanian Sragen. Bahkan, Kepala Desa Dawung, Bapak Sutrisno, turun langsung ke sawah saat panen raya untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada para petani.
“Panen ini adalah hasil jerih payah yang luar biasa. Kami bangga kepada petani Dawung yang tidak pernah menyerah, selalu mencari cara agar sawah tetap produktif meski cuaca sulit diprediksi,” kata beliau.
Selain keberhasilan panen, Desa Dawung juga mulai menggalakkan program pertanian ramah lingkungan dengan mendorong penggunaan pupuk organik dan sistem irigasi hemat air. Ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang dan menjaga kualitas lingkungan desa.
Menariknya lagi, hasil panen tahun ini tak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan lokal. Berkat kerja sama dengan koperasi tani dan pedagang beras, sebagian besar gabah hasil panen juga dipasarkan ke luar daerah seperti Karanganyar, Klaten, hingga Yogyakarta. Ini tentu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Dawung, serta memperkuat posisi Desa Dawung sebagai salah satu desa pertanian unggulan di Sragen.
Di akhir acara panen raya, warga dan petani berkumpul di balai desa untuk mengadakan syukuran bersama, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Suasana penuh kebersamaan dan harapan pun terasa begitu kental.
Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Dawung menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar warisan leluhur—tetapi jalan masa depan yang menjanjikan. Panen raya ini bukan hanya soal padi yang melimpah, tetapi juga tentang harapan dan ketahanan desa dalam menghadapi tantangan zaman.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin