Merti Deso: Perayaan Keberhasilan Pertanian dan Tali Persaudaraan Warga Dawung
Dawung, Sragen – Setiap tahun, warga Desa Dawung menyambut datangnya tradisi Merti Deso dengan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang syukur atas hasil pertanian yang melimpah, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan antarwarga desa. Merti Deso, yang diadakan pada akhir pekan lalu, berlangsung dengan meriah dan penuh sukacita, diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari yang muda hingga tua.
Makna Merti Deso bagi Warga Desa Dawung
Merti Deso adalah tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun di Desa Dawung. Tradisi ini dimaksudkan untuk menghormati alam dan hasil bumi, serta sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Setiap warga desa, tanpa memandang status sosial atau usia, ikut serta dalam perayaan ini. Hal ini mencerminkan semangat gotong-royong yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Desa Dawung.
Pak Agus, Kepala Desa Dawung, dalam sambutannya mengungkapkan, “Merti Deso bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga sebuah momentum untuk saling mengingatkan kita semua agar selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, serta menjaga hubungan baik antara sesama warga.”
Prosesi Doa Bersama dan Arak-Arakan Hasil Bumi
Kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama desa. Doa ini dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas hasil bumi yang melimpah dan memohon keberkahan bagi desa. Setelah doa bersama, warga desa melanjutkan acara dengan arak-arakan hasil bumi yang melibatkan para pemuda dan pemudi. Mereka membawa berbagai hasil pertanian, seperti beras, jagung, sayur mayur, serta produk lokal lainnya.
Arak-arakan ini juga diwarnai dengan pakaian adat tradisional, yang menambah kemeriahan dan keindahan prosesi. Warga saling bahu-membahu, membawa hasil bumi dengan penuh kebanggaan. Setiap langkah arak-arakan diiringi dengan sorakan kegembiraan dan tawa riang.
Lomba Tradisional yang Memeriahkan Acara
Selain prosesi adat, Merti Deso juga diisi dengan berbagai lomba tradisional yang melibatkan semua kalangan. Lomba-lomba seperti balap karung, tarik tambang, dan lomba makan kerupuk berhasil menyedot perhatian warga dan menambah semarak suasana. Anak-anak juga turut serta dalam berbagai permainan tradisional yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Merti Deso, seperti lompat tali dan panjat pinang.
Ibu Ratna, salah seorang peserta lomba makan kerupuk, mengatakan, “Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain untuk merayakan hasil bumi, acara ini juga membuat kita semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain.”
Tumpeng sebagai Simbol Rasa Syukur
Setelah serangkaian acara yang penuh semangat, pemotongan tumpeng menjadi puncak dari Merti Deso. Tumpeng yang terbuat dari nasi kunir dengan lauk-pauk yang lengkap, simbol keberkahan dan rasa syukur, dipotong oleh Kepala Desa dan dibagikan kepada warga yang hadir. Proses ini juga dilengkapi dengan doa agar hasil bumi tahun depan lebih baik dan desa Dawung semakin sejahtera.
“Tradisi tumpeng ini adalah cara kami untuk menyampaikan rasa syukur kami atas hasil bumi yang melimpah. Semoga desa kami terus diberkahi dan diberi kelimpahan hasil pertanian,” kata Pak Agus.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depan, warga Desa Dawung berharap agar Merti Deso dapat terus dilestarikan dan menjadi ajang yang lebih meriah setiap tahunnya. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan ini bisa memperkenalkan budaya dan kearifan lokal desa Dawung kepada masyarakat luar, sehingga bisa meningkatkan perekonomian desa melalui promosi produk lokal.
“Dengan semakin banyaknya orang yang mengenal tradisi ini, kami berharap bisa meningkatkan potensi pariwisata dan perekonomian desa, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat lebih luas,” ujar Pak Agus.
Menjaga Kebersamaan melalui Gotong Royong
Merti Deso bukan hanya sekadar perayaan hasil bumi, tetapi juga merupakan sebuah simbol dari kebersamaan dan kekompakan warga Desa Dawung. Acara ini memperlihatkan betapa kuatnya tali persaudaraan antarwarga, yang saling bergotong-royong untuk menjaga dan merayakan tradisi yang sudah ada sejak lama. Semua warga desa, dari yang muda hingga yang tua, berpartisipasi dengan penuh semangat, mempererat hubungan antar sesama, dan menjaga kelestarian budaya.
Dengan keberhasilan Merti Deso di tahun ini, diharapkan tradisi ini terus berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas Desa Dawung. Semoga kegiatan ini semakin menginspirasi warga untuk menjaga kekompakan dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin