Fogging di Desa Dawung: Upaya Bersama untuk Mencegah Penyakit DBD

30 April 2025
Arko Yodha
Dibaca 45 Kali
Fogging di Desa Dawung: Upaya Bersama untuk Mencegah Penyakit DBD

Dawung, Sragen – Beberapa hari yang lalu, Tim Kesehatan Desa Dawung melakukan fogging di berbagai titik strategis di desa untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan fogging ini dilaksanakan setelah beberapa kasus DBD ditemukan di beberapa rumah warga, sehingga perlu adanya tindakan preventif agar penyakit tersebut tidak menyebar lebih luas.

Fogging dilakukan dengan menggunakan alat pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa yang membawa virus DBD. Warga pun antusias mengikuti kegiatan ini, karena mereka menyadari pentingnya menjaga lingkungan agar tetap sehat dan bebas dari penyakit.

Kegiatan Fogging: Mencegah Penyebaran DBD di Desa

Kegiatan fogging ini dimulai pada pagi hari dan dilakukan secara bergilir di rumah-rumah warga yang dianggap rentan terhadap penularan DBD. Selain rumah tinggal, kegiatan ini juga menyasar tempat umum seperti balai desa, posyandu, dan masjid, yang sering dikunjungi banyak orang. Fogging dilakukan oleh petugas dari Puskesmas yang bekerja sama dengan pemerintah desa.

Budi, salah satu petugas dari Puskesmas yang terlibat dalam fogging, menjelaskan bahwa fogging sangat efektif untuk mengurangi jumlah nyamuk dewasa. “Fogging ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus DBD. Namun, fogging bukan solusi jangka panjang, sehingga kami juga menghimbau warga untuk melakukan penanggulangan jentik nyamuk secara mandiri di rumah,” katanya.

Peran Warga dalam Menjaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan

Selain melakukan fogging, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan di sekitar rumah untuk menghindari tempat berkembang biaknya nyamuk. Salah satu cara pencegahan yang sangat disarankan adalah dengan rutin memeriksa tempat penampungan air, seperti ember, bak mandi, atau pot bunga, yang bisa menjadi sarang bagi jentik nyamuk.

Mira, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan bahwa dia sangat mendukung kegiatan fogging ini. “Kami memang sudah mulai lebih sering membersihkan rumah dan menguras bak mandi, tapi fogging ini sangat membantu untuk membasmi nyamuk dewasa yang sulit terjangkau. Kami berharap dengan kegiatan ini, penyebaran DBD bisa ditekan,” ujarnya.

Pentingnya Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Desa

Kegiatan fogging ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat. Kepala Desa Dawung, Pak Agus, menuturkan, “Kesehatan warga adalah prioritas utama bagi kami. Oleh karena itu, kegiatan fogging dan pencegahan penyakit seperti DBD harus dilakukan secara berkala. Kami mengimbau semua warga untuk tetap menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan.”

Pak Agus juga menambahkan, bahwa fogging akan dilakukan kembali di masa mendatang jika diperlukan, tergantung pada situasi dan kondisi penyebaran penyakit. Selain itu, warga juga diminta untuk lebih aktif dalam melakukan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) untuk meminimalisir kemungkinan berkembangnya jentik nyamuk di sekitar rumah.

Kegiatan Fogging: Tindakan Preventif yang Efektif

Fogging di Desa Dawung ini merupakan langkah penting untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran DBD. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada dan lebih proaktif dalam menjaga lingkungan rumah agar terhindar dari penyakit menular tersebut.

Selain itu, penting bagi seluruh warga untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan tidak hanya bergantung pada fogging sebagai solusi. Keterlibatan aktif warga dalam pencegahan, dengan menjaga kebersihan lingkungan, akan sangat membantu untuk menanggulangi penyebaran penyakit.

Kegiatan ini pun menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit.