Dari Dapur ke Pasar Online: Cerita Perempuan-perempuan Hebat Dawung Mengangkat Cita Rasa Desa

30 April 2025
Arko Yodha
Dibaca 59 Kali
Dari Dapur ke Pasar Online: Cerita Perempuan-perempuan Hebat Dawung Mengangkat Cita Rasa Desa

agi itu, aroma wangi kue apem dan onde-onde menyeruak dari sudut rumah sederhana milik Bu Sarti di Desa Dawung. Di teras rumahnya, nampak beberapa loyang jajanan pasar tersusun rapi, siap dibawa ke kios kecil di pinggir jalan desa.

“Biasanya jam delapan udah habis, Mas,” kata Bu Sarti sambil tersenyum. Tangan tuanya cekatan membungkus kue satu per satu.

Bu Sarti bukan satu-satunya. Di Dawung, ada banyak ibu rumah tangga yang sekarang tak hanya sibuk di dapur untuk keluarga, tapi juga untuk usahanya sendiri. Dari kue basah, keripik singkong, hingga minuman herbal jahe dan kunyit asam—semuanya diproduksi dengan cita rasa rumahan khas Dawung. Dan yang menarik, kini usaha-usaha kecil itu mulai naik kelas.

Melalui kelompok UMKM “Dawung Mandiri”, para ibu dilatih cara mengemas produk yang menarik, membuat label sederhana, bahkan mengenalkan dagangannya ke media sosial. Anak-anak muda desa pun ikut membantu memotret produk, membuat akun Instagram dan WhatsApp Business untuk membantu promosi.

Salah satu yang sukses adalah Bu Tuminem. Dulu ia hanya menjual peyek kacang dari mulut ke mulut. Sekarang, produknya sudah punya label sendiri dan dipasarkan ke Sragen kota bahkan sampai Karanganyar.

“Saya enggak nyangka bisa kirim pesanan lewat WA. Dulu saya gaptek, sekarang malah belajar foto produk sama cucu,” ujarnya sambil tertawa.

Tak hanya urusan jual beli, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga. Setiap Jumat, para anggota kelompok UMKM berkumpul di balai desa untuk berbagi resep, belajar teknik baru, atau sekadar saling menyemangati. Mereka saling menguatkan di tengah ekonomi yang kadang tak menentu.

Pemerintah Desa Dawung mendukung penuh. Ada pelatihan rutin dari dinas koperasi, bantuan alat produksi, hingga rencana pembuatan etalase UMKM digital di website resmi desa. Jadi, warga dari luar bisa mengenal produk Dawung dan langsung memesan secara online.

Apa yang dilakukan para perempuan Desa Dawung ini bukan sekadar usaha ekonomi. Ini adalah gerakan kecil yang berdampak besar—tentang kemandirian, tentang kerja sama, dan tentang semangat untuk terus maju meskipun dari desa.

Kini, Dawung tak hanya dikenal sebagai desa pertanian. Tapi juga sebagai desa dengan cita rasa khas yang lahir dari tangan-tangan ibu yang penuh cinta dan kerja keras.