Universitas Sebelas Maret UNS surakarta Berikan Kenang-Kenangan Inovatif kepada Perangkat Desa Dawung: Tempat Sampah dari Resin Hasil Daur Ulang

25 Agustus 2025
Pemdes Dawung
Dibaca 266 Kali
Universitas Sebelas Maret UNS surakarta Berikan Kenang-Kenangan Inovatif kepada Perangkat Desa Dawung: Tempat Sampah dari Resin Hasil Daur Ulang

Dawung, 22 Agustus 2025 — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program inovasi berkelanjutan. Kali ini, UNS memberikan kenang-kenangan unik berupa tempat sampah berbahan dasar resin hasil transformasi sampah, kepada perangkat Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa UNS. Inovasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian UNS, Hana Rohmatul Aulia, menjelaskan bahwa bahan dasar tempat sampah ini berasal dari limbah plastik yang diolah menggunakan resin sebagai perekat utama. Proses ini mampu menciptakan produk yang kokoh, tahan lama, dan memiliki nilai estetika tinggi.

"Kami ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat dan sekaligus menjadi simbol transformasi. Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna, kami ubah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai pakai tinggi," ujarnya.

Penyerahan kenang-kenangan ini dilakukan secara langsung di Balai Desa Dawung, dengan disaksikan oleh perangkat desa, serta warga sekitar. Sekretaris Desa Dawung Bapak Agung Raharjo, SE, menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan apresiasinya kepada UNS.

"Kami sangat berterima kasih kepada UNS. Selain memberikan kenang-kenangan, mereka juga mengajarkan kami bagaimana proses pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat. Ini bisa menjadi inspirasi untuk kami kelola sampah lebih bijak di desa," ucapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kolaborasi jangka panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari.